Hedonis

Ada ungkapan, “Muda foya-foya, tua kaya raya, mati masuk surga”. Ungkapan tersebut dianut sebagian anak muda. Mereka terbuai dengan indahnya gaya hidup bersenang-senang, menikmati kelebihan materi, hidup bebas, pesta pora, yang semua kenikmatan tersebut merupakan tujuan utama hidup mereka. Tak pelak bila ada yang “mengidolakan” Paris Hilton sebagi Celebrity Party Goers nomor satu di dunia. Gaya hidupnya diidamkan banyak orang, dimana sering diundang untuk sebuah party dan mendapat bayaran sebagai imbalan atas kehadirannya dalam memeriahkan suasana pesta. Dan selagi dirinya merasa sangat berkucupan, maka tidak ada rasa bersalah ketika memesan secangkir es krim citra rasa sangat lezat yang bertaburkan kacang almond dan coklat terbaik di dunia, berhiaskan daun mint lapis emas 18 karat dan dinikmati dengan menggunakan sendok emas dan gelas kristal. Es krim ini kerap dinikmati oleh Paris Hilton dengan harga secangkirnya 1000 USD dari sebuah restoran ternama di New York.


Pandangan hidup yang menganggap bahwa kesenangan dan kenikmatan materi adalah tujuan hidup merupakan suatu paham Hedonisme. Para hedonis itu beranggapan bahwa hidup ini hanya 1 kali, sehingga merasa perlu menikmati hidup sebebas-bebasnya, sepuas-puasnya dengan mengumbar hawa nafsu dan bergembira sepanjang hari. Kadang-kadang mereka bersemboyan “nikmati hidup ini, hidup cuma satu kali”, atau nikmatilah hidup, karena esok kau akan mati”.

Kehidupan seseorang yang bergelimang materi, dapat membuat dirinya lupa akan hakekat kehidupan, bahwa suatu saat dirinya akan tua, lalu mati, dan bertanggungjawab atas perbuatanan yang dilakukannya. Namun mereka sangat ingin melupakan kematian. “Kuingin hidup 1000 tahun lagi”, “Live begin at fourty”, “Forever Young” merupakan kutipan kata-kata yang cukup menghibur baginya, dikala usia merangkak naik ada perasaan tidak ingin meninggalkan masa muda yang indah apalagi beranjak tua lalu mati. Sehingga semakin beranjak umur, semakin berupaya untuk menikmati hidup dan akhirnya semakin lupa bahwa dirinya akan tua dan mati. Mereka merasa bahwa kehidupan hanya sampai didunia, tidak ada kehidupan setelah kematian, sampai-sampai beranggapan bahwa surga adanya di dunia, sehingga tidak perlu “jauh-jauh” menikmati surga di akherat.

Beruntung bagi sebagian orang, hidup mewah dan bergelimang harta bisa diperoleh dengan mudah antara lain berkat keturunan (orangtuanya sudah kaya raya), berkat kepandaian dan keahlian, kecantikan atau ketampanan, serta berbagai kemudahan lainnya.. Kemudahan demi kemudahan diraih, terkadang dengan menghalalkan segala cara hingga tujuannya semata untuk kemewahan dan mengumbar nafsu terpenuhi.. foya-foya, hura-hura, pesta-pesta. Dugem alias dunia gemerlap bagian dari kesehariannya. Mereka lupa, bahwa segala kemudahan dan kesenangan semua itu hanya bersifat sementara. Tidak ada kebahagiaan yang kekal. Bila muda foya-foya, tua kaya raya, mati (belum tentu) masuk surga. Semua tergantung amal ibadahnya.

“Barang siapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, pasti Kami berikan (balasan) penuh atas pekerjaan mereka di dunia dan mereka didunia tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh (sesuatu) di akhirat kecuali neraka, dan sia-sialah disana apa yang telah mereka usahakan (didunia) dan terhapuslah apa yang telah mereka kerjakan” (Qs Huud : 14-15).

Seandainya hidup didunia diciptakan hanya untuk bersenang-senang, tentu tidak ada sakit, kemiskinan dan keruwetan hidup. Hidup dijalani dengan ujian sedangkan kegembiraan yang ada hanya bersifat sementara. Para nabi tak luput dari ujian. Misalnya Nabi Ibrahim diuji dengan api yang siap membakarnya, dan diperintahkan untuk menyembelih puteranya, Nabi Ayub dengan penyakitnya, Nabi Yaqub yang terus menangis hingga matanya buta, Nabi Musa diuji dengan kekejaman Fir’aun, Nabi Isa hidup dam kesusahan dan kefakiran, Nabi Muhammad dengan berbagai ujian, antara lain isterinya, Khadijah wafat, Hamzah ra wafat terbunuh dan berbagai kisah teladan lainnya.

Namun ujian bukan hanya kemiskinan, penyakit dan keruwetan hidup. Kesenangan juga merupakan ujian. Tidak salah bila kita bersukaria, namun tidak boleh terlena dan harus tetap menyadari bahwa semua kenikmatan itu adalah ujian agar kita tetap berada dalam “koridor” yang ditetapkan Allah SWT serta senantiasa bersyukur atas karunia dan nikmat yang diberikan-Nya. “Sesungguhnya Kami jadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan, karena Kami hendak menguji siapakah diantara manusia yang paling baik perbuatannya” (Qs Al Kahf : 7)

Jadi, Pandangan hidup Hedonis yang mengajarkan bahwa pemujaan terhadap kesenangan dan kenikmatan dunia harus dikejar sebagai tujuan hidup bagi manusia adalah suatu kesalahan. Haruskah kita menukar kebahagian di akhirat yang kekal abadi dengan kebahagaian di dunia yang tidak setara dan bersifat sementara?

Sebagai hamba Allah yang berjalan-jalan di muka bumi, haruslah menempatkan dirinya sebagai seseorang yang hidup mulia dan bermanfaat bagi diri dan lingkungannya Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda : “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya”. Bila hidup sudah berkecukupan, memiliki keluarga harmonis dan sejahtera, senantiasa menjalankan ibadah yang diajarkan agama, apakah cukup? Ternyata, tidak cukup sampai disitu, kita harus mengukur diri, apakah sudah bermanfaat bagi orang lain? Banyak hal yang dapat membuat hidup lebih bermanfaat, bila kita semua sudah menjalankannya, tentu tidak ada anak yang bunuh diri karena orangtuanya tidak mampu membayar uang sekolah, tidak ada anak-anak terlantar, tidak ada orang miskin yang kelaparan, tidak ada perdagangan anak-anak.. dan permasalahan sosial lainnya. Jarak antara si kaya dan si miskin sudah terlampau jauh, ibarat jurang yang tak terjembatani. Si kaya makin hedonis, si miskin makin hidup miris, namun Rasul mengajarkan bahwa hidup kita harus bermanfaat bagi orang lain. Itulah jembatan yang harus kita bangun. Wallahualam bishawab.


Jakarta, 25 Juli 2010.
-meita-

What a Wonderful World

Bila musim liburan tiba, banyak orangtua yang sibuk merencanakan bepergian bersama anak-anaknya untuk berlibur. Biro perjalanan dan tour banyak menawarkan program atau paket perjalanan yang menarik hati. Dari bepergian seputar tanah air, hingga ke mancanegara. Dari negara tetangga hingga ke ujung Benua Afrika. Sungguh bahagia dan menyenangkan bagi keluarga yang memiliki kesempatan berlibur. Bila menuruti keinginan, rasanya ingin memiliki banyak kesempatan ke luar negeri. Tapi apa daya, banyak yang harus disiapkan, terutama dari segi dana. Karena harus menabung dahulu baru bisa terlaksana.

Melihat negeri orang sangat menakjubkan. Sungguh indah dan damai.. Udara yang sejuk dan segar, jalan-jalan yang rapi dan bersih, kendaraan yang tertib dan lenggang, penduduknya sopan dan ramah, lingkungan yang asri dengan pepohonan yang rimbun, serta bunga aneka warna yang cantik, bangunan megah nan menawan, sungai yang jernih dan lain-lain pemandangan yang membuat mata takjub.

Berjalan-jalan ke luar negeri, terutama ke negara maju, merupakan suatu hal bermakna dimana kita bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari negara yang dikunjungi. Dari segi disiplin, ketertiban, keamanan, kenyamanan, keasrian, dll, bisa djadikan contoh untuk kita. “Dialah yang menjadikan bumi untuk kamu yang mudah dijelajahi, maka jelajahilah disegala penjurunya. Dan makanlah sebagian dari rezekiNya. Dan hanya kepadaNyalah kamu kembali” (Qs 67 ayat 15). Meski tidak semua kebaikan dimiliki oleh mereka, namun dari hal-hal yang negatifpun dapat kita ambil sebagai pelajaran untuk kemajuan dan peradaban bangsa. Bukankah kita diharuskan mengambil pelajaran dari kaum-kaum terdahulu?

Didalam Al Quran, Surat Al Qomar, banyak dikisahkan tentang kejadian yang menimpa kaum terdahulu agar kita bisa menarik pelajaran dari mereka. Kehancuran Kaum Nuh AS, ketika kaumnya mendustakan nabinya, sehingga mereka tenggelam lautan air bah “Maka Kami bukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan) air yang tercurah” . Demikian pula Kaum Ad, ditimpa azab yang dahsyat dimana Allah SWT menghembuskan kepada mereka angin yang sangat kencang secara terus menerus, sehingga mereka bergelimpangan. Kehancuran Kaum Samud ketika mendustakan wahyu yang dibawa oleh nabinya adalah dengan azab berupa suara yang keras dan mengguntur, sehingga mereka seperti rumput-rumput kering. Begitu pula Kum Luth, yang mengalami masalah moralitas hingga ditimpa azab dengan dihembuskannya angin yang membawa batu-batu dan menimpa mereka.. “Dan sesungguhnya telah Kami binasakan orang yang serupa dengan kamu. Maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?” (Qs 54 : 51)

Sebagai hambaNya tentu kita bersyukur, karena Allah menciptakan segala sesuatunya dengan keadilan ”Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan) supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu. Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu. Dan Allah telah meratakan bumi untuk makhluknya... Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” (Qs 55: 7-13). Bumi tempat kita berpijak, tanah air kita Indonesia harus dijaga keseimbangannya. Neraca keadilan harus ditegakkan agar kedamaian dapat tercipta. Jangan melampaui batas, jangan membuat keonaran dan jangan membuat kerusakan dimuka bumi. Mungkin seperti itu makna yang terkandung didalamnya.

Ada rasa takjub melihat negeri di seberang dan ada rasa miris melihat negeri sendiri. Penuh ketidaktertiban, polusi, bentrokan atau tawuran, kemacetan dan lain sebagainya yang membuat diri seperti hilang rasa kebanggaan akan negeri. Ada yang dirindukan dari negeri ini yakni kedamaian. Sungguh, ”damai’ adalah kata idaman yang ingin diwujudkan oleh sebuah negara. Wajar saja, pendiri bangsa ini merumuskan kata-kata yang bermakna perdamaian pada Pembukaan UUD 1945, dengan kalimat “..kemerdekaan hak segala bangsa oleh sebab itu penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri-kemanusiaan dan peri-keadilan”. Serta turut mewujudkan ketertiban dunia berdasarkan perdamaian abadi dan keadilan sosial. Hal ini berarti bahwa ada keinginan untuk terwujudnya negara yang damai, bebas dari penjajahan. Namun kini, penjajah itu bukan ancaman dari luar saja, tetapi ancaman dan penjajahan dari sesama anak bangsa yang “memakan” saudaranya sendiri yang mengabaikan peri-kemanusiaan dan peri-keadilan. Korupsi, kekerasan, kriminalitas, bahkan kerap terjadi tindak kekerasan di sekolah atau di kampus, dimana senior memukuli adik kelasnya masih sering ditemui.

Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung. Bahwa sebagai bangsa Indonesia kita harus bangga dan cinta pada tanah airnya. Merindukan perdamaian, sesungguhnya kita merindukan Allah As Salam. Merindukan Keadilan, sesungguhnya kita merindukan Allah Al Adl. Upaya mewujudkan perdamaian dan keadilan sesungguhnya adalah upaya untuk mendekatkan diri kepada AsSalam dan Al Adl. Mungkin bukan setahun atau dua tahun, tapi bisa jadi 5 atau 10 tahun kemudian, atau bisa juga terwujud setelah kita tiada. Negeri aman, tenteram dan damai. Tak terasa air mata menetes, ketika mendegarkan lagu yang dinyanyikan oleh Luis Armstrong, sebuah dunia yang indah:

-What A Wonderful World-
I see trees of green red roses too
I see them bloom for me and you
And I think to myself what a wonderful world

I see skies of blue and clouds of white
The bright blessed day, the dark scared night
And I Think to myself what a wonderful world

The colours of the rainbow so pretty in the sky
Are also on the faces of people going by
I see friends shaking hands saying how do you do
They really saying I love you

I hear babies cryin’ I watch them grow
They’ll learn much more and I’ll never know
And I think to myself
What a wonderful world

Jakarta, 7 Juli 2010,
-meita-

Pemuja Kecantikan



“Ya. Harus ku akui, aku memang dihinggapi hasrat untuk terus menjadi cantik. Aku ingin terus dan terus cantik. Sempurna dan seksi.” Demikian pengakuan seorang artis ternama dalam buku biografi yang berkisah tentang rahasia dalam kehidupannya. Dalam buku tersebut juga dikisahkan tentang kecanduannya untuk melakukan operasi plastik yang menghabiskan sampai ratusan juta untuk kelangsingan tubuhnya. Selain itu untuk kecantikan wajahnya, dia melakukan suntik vitamin C, plasenta, kolagen hingga botox. Cara ini dilakukan untuk menghilangkan kerutan, kulit kusam juga agar lebih kencang, bercahaya dan bisa lebih percaya diri saat tampil di atas panggung.

Dalam buku setebal 360 halaman itu sang artis mengaku telah melakukan dua kali operasi di luar negeri. Pertama di Bangkok pada 2004. Operasi ini untuk mengencangkan payudara yang dianggapnya sudah kendor, setelah melahirkan dua buah hatinya. Saat itu dilakukan penanaman implant. Meski sakit luar biasa, tapi hasil operasi membuatnya puas. Operasi kedua, penghilangan lemak perut dengan liposuction dan tummy tuck. Juga mengganti implant dalam payudaranya. Ini dilakukan di RS Mount Elizabeth Singapura, pada Oktober 2008. “Walau suaminya mulanya tidak menyetujui, tapi dia akhirnya yang mengantarkan kesana.
Berapa biaya yang dibutuhkan untuk operasi plastik? Dari slip pembayaran yang juga dimunculkan dalam buku itu, biayanya mencapai S$ 16.606.40 atau hampir Rp 100 juta dengan kurs Rp 6 ribu per S$ untuk sekali operasi di Mount Elizabeth.

Kecantikan memang hal yang didambakan oleh hampir setiap wanita. Meski bisa dikatakan tergolong cantik, namun upaya agar terus dan semakin cantik tetap diupayakan. Kecenderungan ini menambah semakin gencarnya promosi industri kecantikan, seperti krem pemutih, krem anti keriput, pelembab kulit, dsb. Perawatan wajahpun dilakukan, baik facial dengan serbuk kristal, emas atau bahkan berlian.. Belum lagi untuk rambut, agar bercahaya, agar lembut, agar “jatuh”. Dan tidak cukup warna hitam, tapi juga diberi ‘highlight’ atau diubah warnanya dan yang keriting diluruskan atau sebaliknya..



Sungguh repot, tapi bagi pemuja kecantikan, semua ditekuni untuk mendapatkan cantik ideal yang seakan-akan sudah ada patokan standarnya : langsing, putih, mulus, rambut lurus dsb. Berupaya untuk cantik atau mempertahankankan kecantikan tidak salah.. karena sebagai manusia tentu kita ingin tampil indah dan menarik. Bukankah semua itu merupakan anugerah Allah yang harus kita pelihara? “Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar, Dia membentuk rupamu dan dibaguskan-Nya rupamu itu, dan hanya kepada-Nyalah kembali(mu)” (Qs At Tagaabun 64 :3)

Bila dilihat dari ayat diatas, diakhir kalimat dikatakan bahwa “hanya kepada-Nyalah kembali(mu)”. Jadi betapapun cantik atau bagusnya wajah kita, tapi cepat atau lambat akan mengalami kematian, sehingga kita harus bersiap-siap untuk menghadapinya sebab kita tidak tahu kapan kematian itu akan tiba. Bahkan belum sampai tua, bila ajal menjemput seseorang dapat mati dimana dan kapan saja. Ironisnya seringkali seseorang teramat asyik memelihara kecantikan, bahkan menghabiskan waktu berjam-jam atau berhari-hari dengan mengeluarkan puluhan hingga ratusan juta tapi lupa mempersiapkan bila kematian itu tiba. Padahal di akherat kita tidak ditanya apakah tubuh kita langsing atau tidak, apakah kulit kita putih atau tidak.. “Tetapi mereka akan ditanya tentang empat perkara : tentang umurnya, untuk apa dihabiskan, tentang masa mudanya, untuk apa dipergunakan, tentang hartanya, dari mana diperoleh dan untuk apa dibelanjakan. Tentang ilmunya, apa yang sudah dibuat dengannya” (Al Hadits).

Hidup manusia yang sementara ini harus diupayakan untuk mendapatkan keberkahan dan berada dalam jalan yang di Ridhoi-Nya. Terkadang, seseorang sibuk mencari dan mencari.., baik kemewahan, kemasyhuran dan kecantikan/ketampanan sehingga lupa hakekat hidup di dunia ini.. Dan ketika apa yang diinginkan di dunia tercapai.. seringkali lupa dan sombong..

Kembali pada sang artis pemuja kecantikan. Banyak renungan dan pelajaran yang dapat diambil dari kisahnya. Kecantikan dan kemasyhurannya tidak membuat dirinya bahagia. Dengan berurai air mata, dia mengumumkan perceraian dengan suaminya. Dan ketika suaminya menjelaskan alasannya menceraikan isterinya, selain karena perselingkuhan sang isteri, juga penyebabnya adalah ketersinggungan suami ketika ditanya sang isteri, “Kamu bisa biayai hidup saya sebulan berapa, kalau saya sudah tak menyanyi lagi? Apakah kamu sanggup membiayai hidup saya?” begitu katanya. Mudah-mudahan ada hikmah yang bisa diambil dari kisah artis terkenal itu, untuk bertanya kepada diri : dari mana kita berasal, apa yang sudah kita kerjakan dan mau kemana kita nantinya..


Jakarta, 28 April 2010.
-Meita-

Seandainya aku seperti dia..



Ketika ajang pesta penghargaan untuk para artis digelar, baik itu Academy Awards, Grammy Awards, Golden Globe Awards, dan lain sebagainya. tentu mata kita terkesiap melihat gemerlap dan berkilaunya para pesohor atau selebritis tampil di depan kamera atau berjalan di atas hamparan karpet merah dengan dandanan yang sangat menakjubkan. Bagaimana tidak ? mereka mengenakan busana mewah nan menawan, serta dandanan yang anggun dengan menghabiskan puluhan ribu dollar.

Namun yang bisa membuat iri kaum perempuan sedunia adalah apabila para Bintang Hollywood itu dinominasikan dalam acara penghargaan maka selain nama mereka makin terkenal, juga para desainer akan berlomba meminjamkan bahkan memberikan koleksi mereka dengan percuma. misalnya ada yang menggunakan Dress Lanvin 10.000 dollar, Perhiasan Fine Chanel 100.000 dollar, Sepatu Stuart Weitzman 345 dollar, jam tangan 5000 dollar, Cincin H Stern 7700 dollar dan lain-lain. Lalu melangkah lemah gemulai diatas karpet merah sambil menebarkan senyum menawan. Bagi orang awam yang melihatnya terntu terkagum-kagum, lalu mengatakan alangkah beruntungnya mereka, seandaianya aku sepertia dia..

Kita sering takjub melihat keberadaan orang lain dengan kekayaan dan harta yang melimpah, rumah mewah, mobil super mahal, perhiasan, pakaian, dan sarana kehidupan yang menggiurkan lainnya. Tanpa sadar kita berkata, “semoga kita bisa seperti dia.. betapa beruntungnya dia..”

Teringat kisah pada zaman Nabi Musa terdapat seorang laki bernama Qorun yang memiliki. keduniaan harta yang banyak dan melimpah. Pada masa itu banyak sekali orang yang sangat berkeinginan untuk hidup kaya seperti Qorun seperti difirmankan oleh ALLAH dalam AL Quran :

“Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa yang telah diberikan kepada Qorun; sesungguhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar“ (QS 28:79).

Bisa jadi kita memandang takjub orang lain yang diberi kelebihan harta benda seperti takjubnya orang-orang pada masa itu melihat Qorun. Ketika itu Qorun berjalan dengan segala kemegahannya, lengkap dengan perbendaharaan harta, yang kunci-kuncinya sangat berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat. Padahal Allah sudah mengingatkan, “janganlah kamu terlalu bangga dan sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri” (Qs 28 :76)

Qorunpun ternyata harus menanggung akibatnya. Ketika dia sombong dan merasa bahwa harta yang didapatnya karena ilmu yang ada pada dirinya, bukan karunia Allah, maka Allah memberi azab dengan menenggelamkannya ke bumi. Dan orang-orang yang awalnya mengagumi Qorun berkata ,”aduhah benarlah, tidak beruntung orang yang mengingkari (nikmat Allah)”.
(Qs 28:81 dan 82).

Terlalu bangga pada kekayaan yang dimiliki, membuat kita semakin cinta dunia dan semakin lengah dari cinta kepada Allah SWT. Banyak yang menyangka bahwa harta benda dan kemewahan hidup di dunia akan membawa kebahagiaan. Sehingga banyak yang berlomba-lomba untuk menumpuk kekayaan. Menjadi kaya tidak salah asalkan berkah dan bermanfaat. Namun ternyata tidak semua orang kaya dan tenar itu hidup bahagia.. Baru-baru ini seorang perancang kenamaan asal Inggris Alexander Mc Queen tewas bunuh diri. Padahal dia sudah empat kali meraih penghargaan British Designer of The Year Award. Sang perancang kenamaan ini ditemukan tewas setelah menggantung diri akibat depresi mendalam ditinggal oleh sahabatnya yang juga bunuh diri.

Kekayaan dan ketenaran tidak menjamin seseorang bahagia, padahal Allah telah menjanjikan kehidupan yang jauh lebih baik di akhirat bila kita bertaqwa. Itulah sesungguhnya “award” yang harus kita kejar..


Jakarta, 30 Maret 2010.
-meita_

BBM-an

Jaman Jahiliah dan Era Barbarian sudah jauh berlalu. Kini Jamannya Fesbukiyah dan Era Blekberian. Kalau Facebook sudah biasa, Bb (Blackberry) juga sudah banyak yang punya.. tapi sekarang bisa dibilang tiada hari tanpa BBM (Blackberry Messanger). Minta nomor PIN, lalu ‘invite’, setelah di’accept’ lalu jadilah teman BBM-an. Apalagi kalau punya teman BBM Group, dari pagi sampai malam itu handset “tang ting tong” bunyi terus kalau tidak di silent. Group pun ada beberapa. Group arisan, Grop teman pengajian, Group SMA dan Group teman kuliah.

Jadi, setiap pagi begitu bangun tidur langsung menyapa teman-group dahulu: ’met pagee, morning all, selamat beraktivitas dan ucapan lain di awal hari. Gak lama kemudian ada yang chat informasi lalu lintas : “jangan lewat Cawang, ada perbaikan jalan arah Pancoran seberang SPBU, jalur tidak bisa dilintasi. Hati-hati lewat depan Univ Pancasila, ada genangan air 15-20 cm, satu jalur tidak bisa digunakan. Selain beragam informasi juga pembicaraan, bercandaan dan ‘copy-paste’ cerita lucu sampai ngobrol ngalor ngidul menemani hari-hari kita. Hidup semarak saling menyapa, saling menegur, saling berbagi informasi.. sungguh sangat menyenangkan di era informasi ini.

BerBBMan memang mengasyikkan, terkadang untuk menyelesaiakn suatu permasalahan, bisa dibahas beramai-ramai, dan saling tukar pengalaman atau informasi yang bermanfaat. Temanku cari sekolah buat anaknya yang lulus SMP, lalu langsung disambut saran dan pendapat dari teman se-group. Ketika seorang teman bermasalah karena anaknya mogok sekolah, semua teman ngasih perhatian dan mengupayakan solusi. Disini kita benar-benar seperti memiliki kebersamaan

Tapi bila terlalu banyak group “berisik” juga ya, gak sadar waktu kita tersita untuk ‘chatting’. Kalau sudah begitu, kita bisa mulai menarik diri atau ‘Leave group’. Mungkin cukup tiga group saja, misalnya teman SMA, teman kuliah dan teman pengajian. 3 Kelompok teman yang sudah dianggap seperti saudara.. saking dekatnya dan intensnya ngobrol tiada hari tanpa bertegur sapa dan cerita. Untung tidak ada masalah di keluarga, suami dan anak-anak tidak complain.. atau jangan-jangan belum ya? Ih jangan sampai deh..

Suatu ketika ada seorang teman curhat, dia merasa kesal karena suaminya lebih asyik BBM-an. Begitu bangun pagi, yang dicari HP, sarapan pun dikit-dikit lihat HP, pas pulang kantor juga asyik duduk di teras sambil BBM-an, kadang-kadang senyum-senyum sendiri.. Ketika anaknya minta ditemani renang, suami turut menemani di pinggir kolam. Lalu dilihatnya sibuk dan sibuk terus ber BBM-an. Anaknya dan dirinya sebagai isteri jarang disapa, jarang diajak ngobrol.. Dunianya adalah chatting atau ngobrol dengan teman-teman di group BBM. Begitu keluh kesah temanku. “Lah sama dong denganku”. Kataku dalam hati. “Tapi kayaknya aku gak separah itu sih”, sambil mengkoreksi diri mencari pembenaran. Untungnya suami gak pakai BB, jadi gak asyik dengan dunianya sendiri, seperti suaminya temanku itu.

Suatu hari, temanku ngajak jalan bareng ke pertemuan arisan di kawasan Pondok Indah. Sambil dijalan, dia cerita, ”eh kamu udah leave group ya?” lalu aku jawab, “iya, habis udah banyak teman chattingku.. ada teman SMA dan ada teman kuliah”. Oh begitu ya, tahu gak si Widi dan Mia hampir ‘baratayudha’ (berantem) gara-gara BBM-an. “Lah kog bisa?” tanyaku. Iya, Widi tuh lupa, dia ‘chatting-an’ dengan Dona, dia kirain ‘personal’ gak tahunya di group padahal isi chattingnya jelekin penampilan si Mia waktu ketemuan di acara resepsi, katanya dandanannya ‘kamse’.. dan lain-lain obrolan yang gak jelas yang sepertinya menyudukan si Mia”. Terus gak lama ada chat masuk dari Mia isinya “Hooi dasar lo Wid, Gengges (menjengkelkan) !” dengan ditambah gambar emoticon ‘angry’. Widi kaget dan lemas.. salah kirim.. maunya ngobrol pribadi.. eh malah satu group ikut dengar. Trus dibalas oleh Widi dengan gambar ‘suprised emoticon’ lalu ditulisnya, “omaigaatt, sori”. Gubrak deh, temanku ketawa ketika menceritakan itu.. Tidak berapa lama, kami sampai di tempat arisan dan menyaksikan Widi dan Dona ternyata mereka berdua sudah akrab lagi. Syukurlah rupanya sudah saling maaf memaafkan. Yah biasalah ibu-ibu, saking dekatnya jadi gak terlalu dimasukan ke hati..

Jalinan ikatan pertemanan atau persahabatan kini memang tidak bisa lepas dari kecanggihan teknologi telepon genggam. Banyak manfaat yang bisa diambil, namun janganlah membuat diri kita asyik sendiri dengan alat tersebut hingga melupakan keadaan sekitar. Dunia real yang harus dihadapi ada didepan kita, ketika bersama suami/isteri dan anak-anak. Jangan sampai mereka merasa terabaikan dan jangan sampai ketika duduk di meja makan, ibu, bapak, dan anak-anak masing-masing memegang handphone dan asyik bertegur sapa diluar sana, tapi tidak menyadari sedang duduk bersama keluarga untuk menyantap hidangan..

Tiba-tiba Hpku berbunyi yang menandakan ada pesan BBM masuk. Kubuka dari teman group pengajian, isinya “Besyukurlah atas karunia dan nikmat yang Allah berikan kepadamu. Jangan sia-siakan waktu, sesungguhnya hidup kita di dunia amat teramat singkat dibandingkan kehidupan di akherat kelak, dan semua pekerjaan yang kau lakukan maupun yang tidak kau lakukan semuanya tidak luput dari kesaksian Allah SWT. “Kamu tidak berada dalam suatu keadaan, tidak membaca suatu ayat Al Quran, dan tidak pula mengerjakan suatu pekerjaan, melainkan Kami menjadi saksi atasmu ketika kamu melakukannya. Tidak luput dari pengetahuan Tuhanmu, biarpun sebesar zarrah (atom), baik di bumi maupun di langit... (Qs10 :61)”. Kutarik napas dalam-dalam, terima kasih ya Allah.. terimakasih atas anugerahMu.. Kau berikan teman-teman yang baik untukku agar saling mengingatkan dan saling menasehati satu sama lain.

Jangan Tunda Untuk Bahagia














-Catatan Pengajian As-Sakhoya-

Setiap insan berhak bahagia, karena bahagia adalah suatu pilihan, bukan ketetapan. Didalam Al Quran, “bahagia” sering diistilahkan dengan “beruntung”. Namun untuk mewujudkannya, tergantung dari sikap hidupnya, apakah baik atau tidak. Jadi, mengapa harus menunggu untuk mendapatkan kebahagiaan? Apakah harus tunggu sampai pensiun, anak-anak sudah bekerja atau menikah? Atau “target” lainnya?

“Sungguh beruntung orang yang mensucikan dirinya (dengan beriman) dan mengingat nama Tuhannya, lalu dia sholat.” (Qs 87 : 14-15). Makna mensucikan diri adalah membuang segala pikiran negatif dan senantiasa istiqomah (teguh pendiriannya dalam mnyembah Allah SWT). “Sesungguhnya orang-orang yang berkata “Tuhan kami adalah Allah” kemudian istiqomah, tidak ada rasa khawatir pada mereka dan tidak pula bersedih hati.” (Qs 46 :13)

Belakangan ini ada suatu kecenderungan yang sangat tidak layak untuk ditiru. Yakni bunuh diri di pusat keramaian atau pusat perbelanjaan. Data dari Litbang Kompas, bahwa pelaku bunuh diri sebagian besar berusia antara 25-35 tahun dan faktor utamanya adalah masalah ekonomi. Beban kehdiupan yang terasa berat dan masalah-masalah lainnya membuat sesorang putus asa dan menyelesaikannya dengan cara yang tragis, yakni bunuh diri. Virus putus asa ini seakan menyebar.. menyebabkan orang sekelilingnya cenderung ikut putus asa bila ada masalah dan akhirnya bunuh diri..

Menurut Ustadz Ali Nurdin dalam tausyiahnya di Pengajian Assakhoya, bahwa putus asa terjadi bukan karena beratnya masalah tetapi karena salah merespon masalah. Bila seseorang ditimpa masalah, janganlah merasa sendirian, dia harus yakin bahwa ada kasih sayang Allah dalam masalah berat yang dihadapinya. Sumber kebahagiaan yang hakiki ada dalam agama dan keluarga. Ketika seseorang merasa bahwa dirinya mendapatkan limpahan kasih sayang Allah, tetap dalam keimanannya dan mendapatkan dukungan serta perhatian dari keluarga, maka sebesar apapun masalah yang dihadapi, dia tetap tegar dan tidak berputus asa. Karena memang seorang yang beriman seharusnya tidak akan bersedih hati. “Dan janganlah kamu (merasa) lemah, dan jangan (pula) bersedih hati, sebab kamu paling tinggi (derajatnya) jika kamu orang beriman.” (Qs 3 : 139).

Mengenai faktor ekonomi sebagai penyebab bunuh diri, terjadi karena sesorang terpengaruh oleh bujukan syeitan yang mempengaruhi pikirannya sehingga merasa tidak ada jalan keluar dari masalah himpitan ekonomi yang dihadapinya. “Syeitan menjanjikan (menakut-nakuti) kemiskinan kepadamu dan menyuruh kamu berbuat keji, sedangkan Allah menjanjikan ampunan dan karunia-Nya kepadamu, dan Allah Maha Luas, Maha Mengetahui. (Qs 2 : 268). Oleh karena itu janganlah kita mengikuti langkah-langkah syeitan yang menyuruh melakukan perbuatan yang keji dan mungkar (Qs 24 :21).

Ada beberapa formula yang patut disimak bagi seseorang yang dilanda kesulitan agar mendapatkan pertolongan Allah :

1. Memohon pertolongan dengan sabar dan shalat. (Qs 2 : 153)
Terkadang kita melakukan perbuatan, baik secara sadar atau tidak, namun perbuatan tersebut merugikan diri sendiri. Yang akhirnya membuat “buntu” jalan pikiran kita. “Sesungguhnya Allah tidak menzalimi manusia sedikitpun, tetapi manusia itulah yang menzalimi dirinya sendiri” (Qs 10 : 44). Oleh karena itu kita harus introspeksi dan memohon ampun kepada Allah, bersabar dan mendirikan sholat. Meyakini bahwa ada solusi dari permasalahan yang dihadapi, karena sesungguhnya Allah tidak akan menguji diluar kesanggupan kita, asalkan kita bersungguh-sungguh untuk berusaha dan mencari jalan yang terbaik yang di Ridhoi Allah. “Dan orang yang bersungguh-sungguh mencari keridhaan Kami, Kami akan tunjukan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sungguh Allah beserta orang yang berbuat baik.” (Qs 30 : 69). Yang jangan dilupakan adalah Introspeksi diri, agar menyadari kesalahan dan memperbaikinya. Karena Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri (Qs 13 : 11).

2. Banyak membaca dan merenungi Al Qur’an terutama surat Al Insyirah (94) yang intinya adalah bersama kesulitan ada kemudahan. Jadi bila ada persoalan tentu ada solusinya. Karena sesungguhnya Allah SWT sangat memuliakan manusia diatas makhluk ciptaan-Nya yang lain, dengan memberikan rezeki dan kelebihan yang sempurna. (Qs 17 : 70).

3. Jangan bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.
Seseorang yang percaya bahwa Allah akan memberikan rezeki, maka dia tidak boleh menafikan usaha atau ikhtiar untuk melakukan yang terbaik. Sabar adalah suatu sikap agar terus berusaha melakukan yang terbaik. Ungkapan “sabar ada batasnya” adalah indikasi bahwa orang tersebut tidak sabar. Ketika kita sudah berusaha namun tetap belum berhasil, maka tetap berupaya dan meyakini bawa Allah bersama kita. “Jangan engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita”. (Qs 10:40)

4. Banyak beribadah dan berdoa.
Ibadah, terutama sholat mutlak harus dijalankan, karena Tuhan tidak akan mengindahkan kamu kalau tidak karena ibadahmu. (Qs 25 : 77) Dan teruslah berdoa, serta meyakini bahwa doa kita dikabulkan Allah. Ingat kisah Nabi Zakaria yang terus meyakini doanya akan dikabulkan meski keadaan fisiknya (dalam pikiran manusia) tidak memungkinkan untuk memperoleh anak. Intinya adalah kita tidak boleh kecewa dalam berdoa, karena Nabi Zakaria pun demikian (Qs 19 : 4).

5. Tawakal (berusaha tapi pasrah kepada Allah). Jangan banyak berkeluh kesah, menerima apa adanya dan terus berusaha keras. Manusia memang cenderung berkeluh kesah (Qs 70:19), tapi tetap tawakal menyerahkan semua urusan kepada Allah sambil terus berusaha. “Dan bertawakallaj kepadaNya. Dan sekali-kali Rabbmu tidak lalai dari apa yang kamu kerjakan”.

Semoga Allah SWT memberi kita petunjuk untuk meraih kebahagiaan, baik di dunia dan (terutama) di akhirat kelak.





Jakarta, 18 Januari 2010.
-meita-

Its Me

Ketik Reg Spasi Jodoh ? Oh No !



Belakangan ini sering terlihat di televisi atau media cetak, iklan mengenai peruntungan. Ada yang menawarkan konsultasi tentang pekerjaan berdasarkan weton, ada yang meramalkan nasib.. dan ternyata ada juga yang meramalkan jodoh.. Sang peramal yang terkenal dengan sebutan peramal cinta, konon bisa mengetahui apakah seseorang berjodoh dengan pasangannya atau tidak. Caranya cukup mudah, ketik Reg Spasi Jodoh lalu kirim ke operator sekian.. sekian.. maka anda akan mengetahui.. apakah si dia benar-benar jodoh anda.. Apakah ada yang mengirim SMS? ternyata, banyak.. Ada sekitar 300.000 SMS. Dalam sebuah koran, pernah diberitakan bahwa SMS semacam itu, baik konsultasi pekerjaan (berdarkan weton), ramalan nasib, ataupun jodoh dengan tarif sekali SMS rata-rata Rp2000, maka operator bisa mendapatkan Rp 300juta setelah dibagi dua dengan sang peramal..



Sungguh tidak logis, hanya dengan SMS lalu hitung-hitungan terus nasib kita tertera di layar handphone. Apakah SMS itu maha kuasa dan maha mengetahui? Maaf, kasihan orang yang sedang putus asa, dan ingin segera memperbaiki nasib, bisa jadi nasibnya tidak berubah, atau belum dapat jodoh.. padahal sudah mengeluarkan banyak uang untuk “Ketik Reg Spasi Nama” lalu kirim ke operator berkali-kali..
Allah SWT menganugerahkan akal dan pikiran agar kita dapat berpikir. Bila tidak, bukankah seperti kembali ke masa jahiliyah, dimana orang percaya dan menyembah berhala seperti patung yang notabene adalah benda mati. Apakah derajat kita mau disamakan atau bahkan lebih rendah dari benda mati tersebut? Demikian juga dengan SMS ramalan.. apakah kita percaya dengan SMS itu, padahal yang Maha Kuasa dan Maha Mengetahui hanyalah Allah SWT semata.

Beberapa peramal mungkin saja diberi pengetahuan dan kelebihan, meski tidak semua ramalannya benar. Namun ada juga yang cuma akal-akalan saja. Sebagai manusia yang beriman, hendaklah kita meyakini apa yang dijelaskan oleh Rasulullah SAW tatkala menjawab pertanyaan Malaikat Jibril tentang Iman :
“Engkau beriman kepada Allah, Malaikat-malaikatNya, Kitab-kitabNya, Rasul-RasulNya, dan kepada Hari akhir, serta Engkau percaya kepada TaqdirNya yang baik maupun yang buruk.” (HR Muslim).

Dengan keyakinan itu, terutama meyakini taqdir maka hendaklah kita menyadari bahwa segala sesuatu di alam semesta berjalan sesuai dengan ketetapan Allah SWT. “Apakah kamu tidak mengetahui, bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang ada di langit dan di bumi” (Qs Al Hajj 22 : 70). “Dia-lah Allah, yang Tiada Tuhan selain Dia. Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata. Dialah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.” (Qs Al Hasyr 59: 22).

Dalam sebuah majalah wanita terkemuka dibeberkan beberapa ramalan di tahun 2009 yang ternyata tidak terbukti. Misalnya ramalan ahli supranatural yang meramalkan bahwa Pemilu 2009 gagal. Nyatanya, meski ada hambatan dan banyak kekurangan tapi tetap terwujud. Ada ahli penerawangan yang meramal tentang “Nasib Artis di Tahun Kerbau, 2009” yang mengatakan bahwa ada pasangan artis yang akan bercerai secara baik-baik (sambil disebutkan namanya). Kenyataannya, meski benar bercerai, tetapi tidak secara baik-baik, bahkan si isteri mengajukan suaminya ke pihak yang berwajib karena kasus KDRT”. Dan beberapa ramalan lainnya yang terbukti tidak benar, padahal dikemukakan oleh peramal terkenal.

Kembali ke “Ketik Reg Spasi Jodoh”, si peramal cinta pun ternyata tidak sepenuhnya tahu tentang jodoh sejatinyanya. Dalam suatu wawancaranya dikatakan, bahwa dia sudah tahu jodohnya sendiri sebelum bertemu dengan calon suaminya, termasuk nama dan ciri-cirinya lalu akhirnya menikah.. namun, dirinya juga tahu akan bercerai.. yang akhirnya terbukti bercerai.. Lah kalau begitu gak jodoh dong ya ?

Jadi, percayakanlah segala sesuatunya hanya kepada Allah SWT. Insya Allah bila kita memperkuat iman, berusaha dan hanya memohon kepada Allah SWT, maka Allah akan memberikan jalan keluar yang terbaik, karena Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. "..Boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu, Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui" (Qs Al Baqarah 2 : 216).

Jakarta, 11 Januari 2009
-meita-

Lagu-lagu Cinta

Cinta adalah sesuatu yang indah, membuat yang merasakannya begitu senang dan bahagia. Rasa cinta terhadap seseorang menjadikannya begitu ekspresif dan kreatif sehingga banyak kisah yang dituangkan dalam berntuk film, drama dan pertunjukan lainnya.. kisah roman percintaan dalam bentuk novel atau cerita pendek digambarkan demikian indah, membuat kita terbuai, larut dalam ceritanya.. Begitu pula dengan untaian puisi, syair dan lagu. Tak terhitung banyaknya lagu tentang cinta.. dari lagu gembira ketika jatuh cinta hingga lagu sedih mendayu-dayu ketika ditinggal kekasih.

“jatuh cinta berjuta rasanya .. dia datang dan pergi terbayang wajahnya..
Jatuh cinta berjuta indahnya, tertawa menangisnya karena jatuh cinta oh asyiknya.. “

“Cintaku, gelora asmara seindah lembayung senja, tiada ada yang kuasa melebihi indahnya nikmatnya cinta”

‘Aku cinta padamu, sungguh...., aku cinta padamu kasih..”

“begetar hatiku, saat kujatuh cinta padamu, didalam hati kutiskan nama dirimu..”

Banyaknya syair dan lagu yang di ilhami oleh cinta karena manusia merasakan betapa indahnya cinta itu. Cinta diwujudkan dalam ungkapan rasa kasih dan sayang. Betapa beruntungnya kita memiliki Tuhan yang Maha Pengasih dan Penyayang. Ia telah menetapkan atas diriNya untuk menebarkan kasih sayang (Qs 6:12). Kasih sayang merupakan sifat dari namaNya yang indah ArRahman ArRahim, yang mengutus Rasulullah SAW untuk menebarkan kasih sayang ke seluruh penjuru alam semesta (Qs 21:107). Dengan sifatNya itu, Allah mengampuni semua dosa-doa kita, ketika kita memohon ampun, meki begitu banyak dan besarnya dosa kita. Karena kasih sayang Allah, lebih besar dari amarahNya (Hadits, Bukhari-Muslim)

Namun pernahkah kita mengungkapkan rasa cinta kepada Sang Pemilik Rasa Kasih Sayang itu? Apakah kita sudah membalas cintanya Allah SWT ? Jangan-jangan kita “lupa’ mencintainya. Karena seringkali tanpa disadari kita lebih memikirkan orang lain dari pada memikirkan Allah dan penciptaan alam semesta. Seringkali kita mendendangkan lagu tapi isi syairnya terkesan bahwa bukan Allah SWT semata yang kita cintainya. Simaklah syair lagu berikut ini :

“Aku mau hidup denganmu, aku mau matipun karenamu, aku mau sisa waktuku bersamamu.. kaulah hidup dan matiku ..

“Kau tercipta hanya untukku, aku lahir hanya untukmu.. janganlah bimbang janganlah ragu.. hatiku hanyalah milikmu seorang..
“
“Akulah penjagamu, akulah pelindungmu, akulah pendampingmu disetiap langkah-langkahmu... “

“Aku mau makan ingat kamu, aku mau tidur ingat kamu, dst..”

“kau adalah darahku, kau adalah jantungku, kau adalah hidupku, lengkapi diriku, oh sayangku kau begituu.. sempurna”


Itulah sebagian syair lagu yang senantiasa disukai dan kerap dinyanyikan. Melodinya begitu indah, sampai tak terasa kita hanyut didalamnya.. Sering diputar di radio, dan televisi.. membuat kita dengan sendirinya hafal, lalu tanpa sadar turut mendendangkannya..

Begitu besar cinta seseorang terhadap orang lain.. tanpa menyadari bahwa ada yang harus dicintai melebihi segalanya, yakni rasa cinta kepada Sang Pencipta. Dari lagu “Kaulah hidup dan matiku”, bukankah dalam sholat kita senantiasa membaca doa Iftitah (pembuka) .. sesungguhnya, sholatku, ibadahku, hidup dan matiku semata-mata hanya untuk Allah Rabbal Alamiin ?

“Kau tercipta hanya untuku?” bukankah kita diciptakan untuk beribadah kepadanya? Tidak kuciptakan jin dan manusia melainkan untuk menyembah-Ku (Ad Dzariyat : 56).

“Kau begitu sempurna.” Bukankah tidak ada manusia yang sempurna? Setiap manusia memiliki kekurangan. Yang Maha Sempurna hanya Allah SWT.

“Akulah pelindungmu, akulah penjagamu disetiap langkah-langkahmu..”
Siapakah penjaga dan pelindung kita sesungguhnya? Bukankah Allah SWT satu-satunya tempat kita memohon dan berlindung? “Allah sebaik-baiknya penjaga dan Dia adalah Maha Penyayang diantara para penyayang (Qs Yusuf : 64)

“Kemana-mana ingat dirimu?” Bukankah hakekat dzikir adalah mengingat Allah, baik dikala berdiri, duduk maupun dalam keadaan berbaring..? (Qs Ali Imran: 191)

Lebay alias berlebih-lebihan dalam mencintai sesama makhluk ciptaan Allah tak ubahnya seperti kita “menyembah” sesuatu selain Allah. Bila hati berdebar dan gemetar ketika teringat kekasih lalu bagaimana hati kita bila mengingat Allah? Oleh karena itu cobalah dirasakan, apakah hati gemetar ketika ada yang menyebut nama Allah dan membaca ayat-ayat Al Quran? “Sesungguhnya orang yang beriman itu, adalah mereka yang apabila disebut nama Allah, gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya, bertambahlah keimanannya..” (Qs Al Anfaal :2)

Boleh saja mencintai lawan jenis, suami/isteri atau anak bahkan harta benda, tapi hendaklah jangan melebihi kecintaan kita terhadap Allah SWT. Karena sesungguhnya Allah SWT begitu mencintai kita dan meghendaki agar kita kembali ke tempat yang terbaik. “ Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan pada apa-apa yang diingini, yaitu : wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan disi Allah tempat kembali yang baik (surga). (Qs Ali Imraan: 14).

Semoga Allah SWT mengampuni semua dosa, kekeliruan dan kesalahan kita. Jadi, mari nyanyikan lagu (cinta yang lebay) dengan menggantikan maknanya dihati agar ditujukan semata-mata hanya untuk Allah SWT. “...Terima kasih CINTA untuk segalanya KAU berikan lagi kesempatan itu, tak akan terulang lagi semmuuuaaa... kesalahanku... yang pernah ‘menyakiti’MU...dst.”

Ingin Jadi artis



“Tuhan, aku ingin jadi artis..” itulah sebaris kata-kata dalam syair lagu yang dinyanyikan oleh sebuah group band yang baru mucul di blantika musik Indonesia. Sepertinya cita-cita dan harapan mereka menjadi artis, banyak juga diminati oleh anak-anak dan remaja masa kini. Bagaimana tidak? profesi ini menjanjikan masa depan “yang gemilang”. Popularitas, kemudahan, dan uang yang berlimpah akan mudah diraih.. Dilayar kaca, beberapa artis sering mempertontonkan apa yang dimilikinya.. si anu baru membeli rumah seharga 3 milyar, si fulan baru beli motor gede (Moge) ratusan juta rupiah, yang satu lagi memamerkan koleksi parfumnya, ada yang baru merayakan pesta ulangtahunnya di hotel berbintang, ada yang memperlihatkan isi lemari: ada koleksi baju rancangan designer terkenal, sepatu, perhiasan dan lain-lain. Inilah kehidupan mewah nan gemerlap bagi kalangan artis. Sementara itu yang menonton berdecak-decak kagum. “Hebat ya..,” begitu mungkin dipikirannya.

Untuk mewujudkan keinginan menjadi artis, mereka berlomba mengikuti ajang pencarian bakat, casting, lomba vokal, dan mengikuti ajang pemilihan miss atau puteri atau gadis sampul, dan berbagai cara yang bisa dijadikan sebagai batu loncatan untuk meraih ketenaran. Bahkan anak-anak usia sekolah dasarpun sudah (diajarkan) menjadi artis dengan berbagai kontes, misalnya Miss Anak, Lomba mirip Barbie, kontes nyanyi idola anak dll. Hidup mulia, kaya dan terkenal tampaknya menjadi cita-cita mereka. Dunia artis dan entertain memang gegap gempita, membuat dunia ini semarak. Tidak salah menjadi artis. Banyak artis yang rendah hati, ada juga yang shaleh/shaleha, berilmu, menutup aurat bahkan ada yang berdakwah dengan ilmunya.

Kehidupan mulia adalah idaman semua insan. Namun tidak semua kemuliaan itu bergelimang dengan harta. Dan tidak semua kemuliaan berhubungan dengan popularitas. Karena kemuliaan itu tidak bisa dipandang satu sisi.. melainkan dua sisi. Yakni dunia dan akhirat. Alangkah menyedihkan bila kemewahan hidup di dunia tidak di imbangi dengan upaya untuk meraih kemuliaan sejati di sisi Allah SWT. Karena sesungguhnya ada permata yang teramat mulia, rizqi berlimpah, keberuntungan yang besar, kenikmatan yang berlimpah, istana megah nan menakjubkan yang tiada bandingannya di dunia bila kita menapaki suatu jalan, yakni Taqwa.

“Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kalian disisi Allah adalah orang yang paling bertaqwa” (Qs Al Hujuraat: 13). “Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman, padahal orang-orang yang bertaqwa itu lebih mulia daripada mereka pada hari kiamat” (Qs Al Baqarah: 212). “Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa mendapat kemenangan” (Qs An Nabaa : 31).

Bila kita merenungkan sebutan Taqwa dalam Al Quran, banyak dijumpai kebaikan, pahala, kebahagiaan, dan kepatuhan yang berkaitan dengan kata tersebut. Sementara itu mengenai konsep dan pengertian taqwa, dalam Buku “Silsilah Amalan Hati” karya Muhammad bin Shalih Al-Munajjid adalah taat kepada Allah, tidak mendurhakaiNya, selalu mengingatNya, senanitasa bersyukur dan tidak mengingkari nikmatNya, mematuhi perintahNya serta menjauhi laranganNya.

Artis sering disebut selebritis sebagai “public figure’, terkadang gaya hidupnya dan tingkah polahnya sering diikuti oleh penggemarnya. Harus berhati-hati dalam bertingkah laku dan bersikap. Jangan sampai terbuai dan mengerjakan hal yang dilarang Allah SWT dalam menjalankan profesinya, nanti ditiru oleh penggemarnya. Ada seorang artis berusaha untuk bersikap profesional, dia bahkan diet, olah raga bahkan mecoklatkan kulitnya demi tuntuan peran. Namun bila sampai menyanggupi untuk berbikini demi mematuhi tuntutan naskah (katanya berbikini hanya di pantai, dan tidak keseluruhan film), maka tanyakanlah kepada siapakah dia patuh? Siapakah Tuhan yang patut dipatuhi perintahnya? “sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa, bila mereka ditimpa bisikan-bisikan dari syeitan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahanNya” (Qs A A’raaf : 201).

Disebuah website tentang pencarian bakat, saya membaca ada seorang bertanya apakah dirinya bisa menjadi artis, padahal dirinya tidak cantik, tubuhnya tidak bagus. Lalu dijawab bahwa bisa menjadi artis bila memiliki bakat (seni), misalnya suaranya bagus, pandai melawak dsb.. Lihatlah artis pelawak wajahnya banyak yang tidak bagus (sambil disebutkan nama-nama pelawaknya).

Bila kita tidak punya wajah bagus atau cantik, tidak memiliki bakat, tidak tergolong pandai, tidak kaya tapi ingin sukses dan dihargai maka masih ada harapan untuk hidup mulia, asalkan bertaqwa, dan berperilaku positif, yakni : bersikap jujur, ikhlas, berani, dermawan, tulus, rendah hati, setia, rajin, disiplin dan sifat-sifat lainnya yang bisa menjadikan dirinya mulia, tidak saja di dunia tapi di akhirat. “...Barangsiapa bertaqwa kepada Allah niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya (Qs At Talaq :4), “..dan Dia akan membukakan jalan keluar baginya. Dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya..” (Qs At Talaq : 2-3). “Dan barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Allah akan mengajarimu, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu’ (Qs Al Baqarah : 282).

Semoga kita menjadi orang-orang yang bertaqwa dan mendapat kemuliaan di sisi Allah SWT. Amiin ya Rabb.


Jakarta, 1 Desember 2009

-meita-

Bukan Wonder Woman



Beberapa tahun yang lalu ada kisah Suyatmi, seorang isteri yang mengalami kekerasan oleh suami sejak memasuki bulan ketiga perkawinannya. Ia sering kali dipukul, kepalanya dibenturkan ke lantai, dilempar dengan benda-benda keras, ditendang bahkan dicekik.

Namun bukan itu saja Suyatmi juga seringkali menerima kekerasan psikologis seperti dihina, dibentak, dicaci maki, dipaksa meminjam uang kepada tetangga, dijelek-jelekkan didepan orang lain dan perlakuan kasar lainnya. Akhirnya Suyatmi mengakhiri hidup suaminya dengan menusukkan sebilah pisau ke dadanya.

Sungguh sangat miris, ini bukan kisah sinetron, tetapi kejadian nyata sebuah kasus yang ditangani oleh LBH APIK ditahun 2004. Di tahun tersebut Komnas Perempuan pernah mendata bahwa tingkat kekerasan terhadap perempuan meningkat 100% dari 7000 kasus menjadi 14000 kasus. Belum termasuk yang didata oleh lembaga lain. Kisah Suyatmi itu menjadi ilustrasi dalam sebuah seminar yang digelar Bulan Maret 2005, berjudul “Hentikan kekerasan dalam rumah tangga sampai titik nol”. Saat ini tahun 2009, apakah kisah tindak kekerasan itu sudah sampai titik nol? Sepertinya tidak. Lembaga Mitra Perempuan baaru-baru ini mencatat ada 279 kasus kekerasan terhadap perempuan, 82 % adalah akibat Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Tindak kekerasan yang dialami Suyatmi ternyata tidak saja terjadi pada isteri, tetapi bisa juga terjadi pada seorang gadis yang dilalukan oleh kekasihnya. Pernah suatu kali rumah saya kedatangan tamu yang tidak terduga, dia sebut saja Evita mengetuk pintu rumahku. Sebelumnya kami pernah bertemu saat saya bekerja di lembaga training. Sedangkan Evita adalah peserta training yang diikusertakan oleh kantornya. Entah bagaimana di training tersebut kami berdua bisa demikian akrab. Suatu hari dia tergopoh-gopoh datang dan memohon pertolongan. Hampir sekujur tubuhnya memar kebiruan. Rupanya dia baru saja dipukul dan ditendang hingga babak belur oleh pacarnya. Kala itu, Evita tinggal di rumah kos-kosan, penghasilannya yang lumayan besar membuatnya memiliki kamar kos yang nyaman dan terpisah dari ibu kos.. halamannya cukup luas. Namun suatu hari, entah apa yang mereka perselisihkan, kekasihnya itu datang dan menghantamnya..

Upaya untuk membawa kasusnya ke aparat penegak hukum ditolaknya. Susah payah membujuk, dia tetap tidak mau di visum atau kekantor polisi. Saya menyarankan agar segera putus hubungan dengan “nyamuk” lalu pindah kos. Karena khawatir bila ditempat kos yang lama, pacarnya itu akan datang menemuinya sewaktu-waktu.. Untuk sementara dia bisa menumpang di rumah. Singkat kata, dia berhasil pindah ke tempat kosnya yang baru. Sayapun turut membantu kepindahannya..

Teringat kasus Manohara dan Cici Paramida, di televisi seorang psikolog ketika membahasanya mengatakan bahwa KDRT bisa diketahui lebih awal apabila ketika masih berpacaran, sang pacar suka mengeluarkan kata-kata kasar dan memaki-maki. Sikapnya cenderung posesif dan egois. Bila hal ini terjadi pada pacar anda.. disarankan putus saja daripada babak belur, hati tertekan karena sering dilecehkan, dihina dan dimaki.

Patut dicamkan bahwa kekerasan bukan hanya dalam bentuk fisik, tapi juga dalam bentuk kata-kata kasar bila sedang marah karena keinginannya tidak dituruti. Misalnya: “bego lo”, “dasar goblok”, “dasar perempuan gak berguna”, dan caci maki lain yang mebuat hati seperti teriris-iris. Kata-kata ini acap kali terjadi. Kalau sudah begini, benar kata Mulan Jameela “aku bukan wonder womanmu yang bisa terus menahan rasa sakit karena mencintaimu, hatiku ini bukanlah hati yang tercipta dari besi dan baja, hatiku ini bisa remuk dan hancur..” . Kita memang bukan wonder woman, tapi paling tidak kita bisa menentang segala bentuk kekerasan, karena tidak seorangpun yang bisa menjadikan diri kita sebagai obyek kekerasan.

Penting !
YOU’RE NOT ALONE
Bila merasa terancam dan merasa keamanannya terganggu, jangan ragu hubungi : Mitra Perempuan (021) 829-1708, LBH APIK (021) 8779-7289, Kementrian Negara Pemberdayaan Perempuan (KPP) , PO Box 10.000

Jakarta 20 Juli 2009
Salam,
Meita

Gila Belanja


Wanita gila belanja? Seperti apa? Bila kita menyaksikan filmnya yang pernah diputar di bioskop, “Cofessions of Shopaholic” kita jadi sadar bahwa shopaholic adalah suatu penyakit dimana seseorang begitu merasa sangat senang bila sedang berbelanja.. jantungnya berdegup kencang ketika melihat barang idaman yang dipajang di etalase. Dia terus belanja dan belanja.. tanpa menyadari bahwa tagihan kartu kreditnya sudah melewati limit. Kartu kredit tidak hanya satu, tapi tiga atau empat bahkan lebih. Satu demi satu tagihan di kartu kreditnya melewati limit.. hingga akhirnya tagihan mencapai lebih dari 16.000 dollar. Akhirnya tidak sanggup bayar dan dikejar-kejar oleh debt collector. Itu sekelumit kisah dalam film tersebut.

Belanja bisa dikatakan sebagai aktivitas yang menyenangkan oleh sebagian besar orang. Terkadang sering tak terkendalikan bila berada di supermarket atau mall. Rasanya begitu menggiurkan saat melihat barang-barang yang dijajakan, lalu langsung ambil tanpa berpikir panjang. Kalau tidak bawa cukup uang, tinggal gesek kartu kredit. Beres. Padahal begitu sampai rumah, baru menyadari bahwa barang-barang yang dibeli ternyata tidak terlalu dibutuhkan, bahkan sama sekali tidak berguna, karena ada barang serupa yang fungsinya sama.. dan menyesalnya lagi, ketika mendapat “surat cinta” dari bank bahwa tagihan kartu kredit membludak..

Hal ini terjadi pada seorang teman, dia begitu gencar memburu barang, terutama ketika iklan di koran mengumumkan ‘midnight sale’, yakni gelar diskon besar-besaran di tengah malam hari, mulai pukul 12.00 pagi. Yang dijajakan antara lain sepatu karet warna-warni merk terkenal dengan logo buaya. Teman saya membeli sampai tujuh pasang sekaligus. Untuk dirinya 2 pasang, untuk ketiga anaknya dan dua keponakannya masing-masing satu pasang. Katanya murah sekali, bisa diskon hingga 50-70%. Yang sebelumnya seharga Rp 600.000 kini bisa seharga Rp 200.000. Padahal, untuk bisa masuk ke toko tersebut, dia sampai antri hingga 5 jam! Pernah sekali waktu dia antri sebuah mall yang baru dibuka. Saat itu juga digelar diskon tengah malam hari. lalu ketika harus bayar di kasir, antriannya seperti ular melingkar, panjaang sekali.

Sebenarnya bukan hanya teman, tapi terjadi juga pada diri sendiri, meski tidak separah teman, tapi ketika belanja di supermarket, maunya belanja satu keranjang, tidak tahunya belanja satu troli penuh. Tapi untungnya sekarang sudah teratasi dengan mematuhi daftar belanja yang sudah dibuat sebelumnya. Seandainya meleset sedikit masih dimaklumi asal tidak berlebihan. Bila ternyata jadi membeli suatu barang yang menggiurkan, terpaksa harus “menghukum diri” dengan cara misalnya tidak boleh mampir ke coffee shop, tidak boleh beli yoghurt favorit, tidak boleh nonton film, atau tidak boleh ke salon selama jangka waktu tertentu..

Gila belanja tanpa disadari membuat tagihan kartu kredit sudah menumpuk. Tidak tahan bila melihat tulisan “Sale” terpampang didepan toko. Hutang kartu kredit adalah beban, terasa menjerat. Tentu saja sangat mengganggu stabilitas perekonomian keluarga. Kalau sudah begini menyesal sekali !

Betapa dunia ini sangat menggiurkan, gemerlap dan indah. Barang-barang mewah yang dijual sangat menarik. Baju, sepatu, tas, kaca mata, arloji dan lain-lain. Salah satu hal yang membuat ketagihan belanja adalah keinginan untuk tampil cantik, menarik dan menawan hati siapa saja yang melihat. Seringkali seseorang merasa sangat dihormati bila memakai barang-barang bermerk yang harganya mahal. Sedangkan bila yang dipakai tidak ‘branded’, cenderung tidak percaya diri. Memiliki satu atau dua dirasa kurang, akhirnya beli dan beli lagi.. Tidak salah bila kita ingin tampil indah. Allah itu Maha Indah dan menyukai keindahan. Tapi bila berlebihan bukankah cenderung menjadi boros? Ingatkah bahwa setiap diri dari kita akan diminta pertangunjawaban di akherat kelak? Dan apakah barang-barang mewah yang kita himpun itu dapat membela diri kita bila ditanya peruntukannya? Sayidina Umar ra berkata’ “kemuliaan di dunia berhiaskan harta sedangkan kemuliaan di akhirat adalah dengan amal-amal saleh”. “Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa-apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, agar kami menguji mereka siapakah yang lebih baik amalnya” (Qs Al Kahfi : 7)

Oleh karena itu hendaklah kita merenungkan kembali apakah sudah berlebih-lebihan dalam belanja? mungkin jawabannya tidak, tapi bisa jadi bukan karena tidak berlebihan, tapi tidak sadar bahwa kita sudah berlebihan. Bukankah orang yang menghimpun dunia, tidak cukup dengan dua lembah emas, tapi ingin lembah emas yang ketiga dan seterusnya sampai ambisinya terbungkam dalam tanah (kuburan). Oleh karena itu kita harus pandai-pandai dalam membelanjakan harta. “Dan berikanlah kepada keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan. Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros itu adalah saudara-saudara setan, dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya. (Qs Al Israa :26-27). Mudah-mudahan harta yang kita miliki berkah dan dapat dimanfaatkan dengan bijak dijalan yang di Ridhoi Allah SWT.


Jakarta, 31 Mei 2010
-meita-

Budaya Saling Menasehati

Menyikapi Musibah

Musibah bisa terjadi kepada siapa saja. Bila ada yang tertimpa bencana, orang disekitarnya cenderung mengatakan “sabar ya..”. Lalu orang yang ditimpa musibah tersebut ada yang mengatakan “kamu gak ngerti apa yang saya rasakan”.

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan “Innaalilahi wa innaa ilaihi Roji’un”. (Qs 2 : 155-156) Kalimat ini adalah suatu pernyataan kembali kepada Allah. Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepadaNyalah kamu kembali. Maknanya adalah bahwa kita harus bersabar dan menyadari bahwa sebenarnya kita “tidak punya apa-apa,” tidak saja harta benda, bahkan diri kita sendiri adalah milik Allah, jadi apabila apa yang kita anggap milik kita diambil kembali oleh Allah yang Maha Memilki, sudah seharusnya kita ikhlas dan sabar menerimanya.

Tidak ada kehilangan yang lebih besar dari rasa kehilangan orang yang kita cintai. Mau tidak mau, atau suka tidak suka, memang harus bersabar. Cuma terkadang membutuhkan suatu proses. Sudah pasti ada rasa sedih yang mendalam, hampa, sakit, bahkan pahit. Berbulan-bulan bahkan sampai beberapa tahun seseorang bisa menangis sendiri bila ditinggal orang yang dicintai, sepertinya tidak ada seorangpun yang bisa menggambarkan dalamnya kepedihan yang dirasakan bila seorang yang tercinta meninggal.

Setahun yang lalu ada peristiwa kecelakaan yang dialami oleh seseorang saat mudik yang menewaskan 11 anggota keluarganya. Semuanya tewas mulai dari ayah, ibu, ketiga adiknya, nenek, kakek, tante, om dan dua saudara sepupu. Peristiwa yang seharusnya membuat bahagia disaat Idul Fitri, berubah menjadi duka. Kisahnya dimuat disebuah majalah wanita. Dituturkan bahwa sejak musibah itu dia sering melamun mengenang indahnya kebersamaan bersama sanak keluarganya yang telah meninggal. Namun yang fatal adalah dia sempat membenci Tuhan, karena merasa bahwa Tuhan tidak adil, sehingga tak jarang ia meninggalkan shalat lima waktu, karena merasa bahwa Tuhan tidak sayang kepadanya, dan susah mengikhlaskanNya.

Bersyukur dia memiliki teman yang tidak bosan-bosannya menasehati agar bersabar, ikhlas dan tidak larut dalam kesedihan. Temannya mengajak ke pengajian, meski berkali-kali ditolak tapi dia tetap gigih, ketika ditanya apa yang membuatnya gigih? Temannya itu menjawab bahwa “semakin besar usahaku, semakin besar pahala”. Akhirnya dia mau ikut pengajian sehingga bisa tenang dan mau menerima semuanya dengan ikhlas. Perlahan dia mulai mendekati Tuhan, mengerjakan sholat dan medoakan keluarganya agar diterima disisiNya.

Dari peristiwa diatas, betapa pentingnya peran teman atau orang yang berada di lingkungan terdekatnya dalam memberi nasehat agar bersabar. Bukankah kita diharuskan saling memberi nasihat agar mentaati kebenaran dan menetapi kesabaran agar kita tidak termasuk orang yang merugi (Qs 103 : 3). Kata “sabar” adalah nasehat yang harus disampaikan kepada yang terkena musibah. Yang patut diketahui adalah bahwa sabar membuahkan keuntungan yang berlipat ganda: “sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas (Qs 39: 10) dan “sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar” (Qs 2 : 153). Jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu (Qs 2 :45). Mereka itulah orang yang mendapat keberkatan yang sempurna dan Rahmat dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk (Qs 2 : 157).

Betapa besar hikmahnya dibalik musibah, bahwa Allah ternyata menyediakan hadiah imbalan ampunan dan pahala yang besar terhadap hambanya yang sabar dan disertai amal shaleh. “..orang-orang yang sabar (terhadap bencana) dan mengerjakan amal-amal shaleh, mereka itu beroleh ampunan dan pahala yang besar” (Qs 11:11). “Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan, melainkan kepada orang-orang yang sabar, dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar” (Qs 41 : 35)

Siapapun tidak ingin mengalami musibah, tapi semuanya sudah ditetapkan oleh Allah SWT kapan dan bagaimana terjadinya, meski musibah bisa saja terjadi karena kelalaian kita. Namun hendaknya kita harus tetap bersyukur, karena ada hikmah dibalik setiap musibah, dan dibalik kesulitan tentunya ada kemudahan sejauh iman masih tetap berada dalam dada. Dan bila ada teman atau kerabat kita yang berduka nasehatilah untuk bersabar, karena orang-orang yang beriman adalah mereka yang saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang (Qs 90 : 17).

Untuk saudara-saudaraku di yang tertimpa musibah gempa bumi di Sumatera Barat, Jambi, Tasikmalaya dan daerah lainnya di tanah air, semoga allah SWT memberi kesabaran dan kekuatan. Berikut ini doa dari Rasulullah SAW :
“Sesungguhnya kami hanyalah milik Allah dan sesungguhnya hanya kepadaNyalah kita akan dikembalikan. “Ya Allah, berilah daku pahala dalam musibahku ini dan berilah kepadaku gantinya dengan yang lebih baik daripadanya” (H.r Muslim)


Jakarta, 4 Oktober 2009

-meita-
Sebagai nasehat juga untuk kita semua agar sabar dalam mengerjakan ketaatan kepada Allah, sabar dalam menjauhi kedurhakaan dan sabar terhadap takdir.

Facebookers



“Hari geene gak punya Facebook ?” begitulah ungkapan yang ditujukan kepada sesorang yang tidak punya akun di facebook atau disingkat FB. Kesannya gak gaul. Tapi apakah orang sukses tergantung facebook? Ya gak juga sih.. Cuma dengan facebook lebih nyambung.. bisa bertemu teman kuliah, teman SMA, SMP bahkan SD. Begitu kata temanku Becky yang memang hidupnya gaul. Bagaimana tidak? Sejak ada facebook dia jadi lebih sering reunian, katanya gak nyangka bisa bertemu teman sekolah dahulu. Sebulan yang lalu, dia baru reunian dengan teman-teman seangkatannya di kampus, terus 3 minggu yang lalu baru reunian dengan teman SMA, bahkan ditambah judul wisata kuliner ke Bandung.. lalu dua minggu yang lalu reunian dengan teman SMP. “Pokoknya seru abiss”, begitu katanya.

Tak mau ketinggalan akhirnya Fiona ikutan juga di facebook. Kini dia jadi facebookers, begitu istilah untuk pemegang akun di FB. Memang benar, teman masa lalu silih berganti datang “berkunjung” ke profile. Begitu buka beranda (home) langsung ada tulisan “add friend” , ada pesannya pula .. “eh lo masih ingat gue kan? rumah gue dulu di Kompleks AL Cipete, sekarang lokasinya sudah jadi De Best. Ingat gak kita pernah ngerujak barengan setelah lulus SMP? Please confirm ya say..” begitu pesan temannya Nita.. teman masa-masa jadul dahulu. “Wow menyenangkan sekali bisa bernostalgia di dunia maya,” pikir Fiona.

Akhirnya hari-harinya diwarnai oleh FB. Pagi, siang, sore begitu ada kesempatan, buka komputer, hidupkan internet dan lalu siap klik Facebook dan Sign In. Persis seperti yang di ucapkan oleh seorang anak SD di video hasil kiriman teman lewat lewat email. Puisi yang dibacakan oleh Serafina berjudul Ibu dan Facebook kata-katanya jujur menceritakan bagaimana ibunya sehari-hari kini :

“Ibu dan Fecebook. Hubungannya erat sekali. Setiap hari, sehabis mandi selesai makan, sehabis apapun, selalu Facebook. Dalam hatiku aku berpikir, mau kemana gerangan kah dia? Notebook. Apa yang selalu ia lihat di Notebook? Facebook. Setiap hari tawanya menggema. Sampai kapankah hubungan erat antara ibu dan facebook? Mungkin sampai akhir hayatnya? Notebook akan dibawanya ke surga”.

Begitu isi syair yang dibacakan oleh seorang murid SD di atas panggung sebuah acara. Tawa gelak terdengar di video tersebut, mungkin dari para orangtua murid yang menyaksikannya.

Ya, memang kini dimana-mana kita dapat menemui facebookers, dari murid SD hingga anak kuliahan, dari ibu rumah tangga, sampai pekerja kantoran, dari orang biasa sampai pejabat. Tak salah bila facebookers dari berbagai penjuru dunia jumlahnya mencapai 150 juta orang. Konon facebook turut mendongkrak popularitas Barrack Obama dalam meraih kursi Presiden Amerika.

Setiap buka FB, pasti ada yang add friend, dan selalu di approve oleh Fiona. Padahal banyak yang tidak dikenal. Setelah di approve. Muncul di profile. “Thanks ya sudah add aku. Salam kenal ya”. Kini temannya sudah 3000an orang. Begitulah hari-harinya
sibuk menjawab pesan, menulis di wall, note atau sekedar memberi comment . Tak lupa mengupdate status. Dengan gadget Blackberry ditangan, dia bisa up date status setiap kesempatan. Misalnya “gue lagi nyalon nih” bahkan ada yang update statusnya : ”punggung gue gatal, garukin donk?” Aneh-aneh saja.. dan ternyata ada satu lagi yang lebih seru.. tag foto. Setiap ada kesempatan ketemuan teman, tidak lupa berfoto ria. Setelah itu di upload lalu di tag ke teman-temannya.. begitu mudah dan singkat.. semua bisa melihat foto-fotonya..

Fiona kini menjadi Facebookers sejati. Dia tidak bisa lepas dari FB walau seharipun. Teman-temannya semua demikian. Mau janjian, mau kirim undangan arisan, pengajian semua melalui FB. Namun, ternyata ada yang kirim beberapa foto jadul (jaman dulu), yakni saat dirinya masih SMA, yakni foto bareng bersama teman-teman perempuan sekelasnya. Waktu itu liburan bareng teman sekolah ke Bali. Tentu saja bermain di pantai.. dan ya ampuun.. saat itu dia mengenakan pakaian yang minim. Kaos tanpa lengan, lalu celana pendek.. rambut terurai, padahal dia saat itu belum mengenakan jilbab. Wah iseng banget sih nih orang.. siapa yang kirim? Uh ternyata namanya Superman.. dan foto profilenyapun dalam bentuk kartun tokoh Superman. Uh sebal, ngapain sih kirim foto jadul? Tapi siapa ya dia? Segera di klik Profilenya, Cuma ada 2 buah foto.. itu pun jadul banget.. dan gak jelas.. Lalu di klik Info. Ternyata teman sekolahnya waktu di SMA. Lalu dia ingat-ingat kembali. Oh ternyata si Parman. “Dia dulu naksir banget sama aku tapi cinta tak terbalas.. aku dulu cuekin dia,” dalam hatinya. Fiona yang gak suka dengan kiriman fotonya langsung komplain ke Parman temannya itu. CLBK? Gak lah ! Dia memang dari dulu gak ada feeling sama si Parman dan lagi kini dirinya sudah berumah tangga, jadi tidak ada istilah CLBK dalam hidupnya alias Cinta Lama Bersemi Kembali. Oh ya dia ingat nama panjangnya Suparman. Tapi kog di FB jadi Superman? Tapi ya sudalah, berhubung dia sudah minta maaf jadi Fiona tidak mempermasalahkan lagi, apalagi fotonya sudah di delete.

Beberapa hari kemudian Fiona hadir di arisan, lalu bertemu Riri. Katanya, “ asyik ya ke Bali berenang di pantai, pakai celana pendek.. he..he..” Karuan saja Fiona kesal tahu dari mana? Lalu Riri bilang, dari Facebook lalu di tag fotonya. Kebetulan si Mia yang juga ada di foto itu teman kuliahku.. jadi aku tag ke dia juga”. Masya Allah, jadi Mia itu teman kuliahmu? Dan lagi kamu sempat tag? Bukannya aku sudah delete? Lalu Riri bilang “sepertinya sebelum kamu delete, aku sudah tag duluan deh.. he..he.. mungkin kamu gak perhatikan.” Masya Allah, jadi foto itu sudah beredar ke Riri lalu ke Mia? Lalu siapa lagiiii? Fiona panik. Bukan apa-apa.. pasalnya sekarang dia sudah mengenakan jilbab, jadi gak etis kalau foto-foto lama disebarluaskan.. mana pakainnya minim sekali waktu itu.

Beberapa hari kemudian, Fiona sedang di rumah ketika handphonenya berbunyi.. ada sms masuk. Ternyata dari Mia, teman SMA yang berfoto bareng di pantai. Mia janjian untuk ketemu ada yang ingin dibicarakan.. Memang sejak lulus SMA Fiona kehilangan kontak dan belum pernah bertemu Mia. Dia hanya ingat, temannya itu dulu memang “rame”, tukang bercanda..

Lalu bertemulah mereka di Cafe Blossom. Fiona tidak menyangka ternyata Mia sudah mengenakan jilbab seperti dirinya. Lalu mereka memesan menu. Fiona memesan Blueberry Cheese Cake dan secangkir Coffee Latte, lalu Mia pesan Avocado Mousse dan secangkir Capuccino. Kemudian mereka saling bertukar cerita. Mia kini bekerja di Bank Syariah dan jabatannya sudah tinggi. Mia curhat bahwa dirinya sebenarnya sudah mau diangkat menjadi salah satu direktur, namun gagal.. hanya alasan foto. Fiona terperanjat, “alasan foto? Foto apa?” Lalu Mia bercerita bahwa Parman mengiriminya foto lewat facebook waktu di Bali.. saat foto bareng di pantai berpakaian minim.. bahkan paling sexy pakaiannya dibanding yang lain. Kesannya untuk lucu-lucuan, sekedar nostalgia SMA, tapi dia lupa bahwa aku sudah berkerudung dan kerja di bank syariah, lalu foto-foto itu menyebar di kantor. Saya jadi bahan tertawaan, anak buah gak respek lagi dan atasanku pun tahu tentang foto itu, walhasil, para direksi menangguhkan keputusannya untuk menaikkan jabatanku”. Mendengar cerita tesebut, Fiona menarik napas dalam-dalam.. gak nyangka ternyata facebook bisa merugikan kita juga ya.. Fiona tidak menduga bahwa bisa sefatal itu akibatnya.

Kini Fiona lebih berhati-hati dengan Facebook. Meski banyak kemudahan tapi bisa bermasalah kalau ternyata tidak hati-hati.. dia memblokir nama temannya Superman dan Riri. Putus hubungan teman di facebook kan bukan berarti putus silaturahim. Memang kita harus Kaizen, yakni mengambil hal-hal yang baik, seperti kemudahan berkomunikasi, silaturahim dan syiar agama, lalu membuang hal yang buruk. Jangan melupakan kewajiban (seperti mengurus anak, memasak, menyelesaikan tugas/pekerjaan kantor) dan jangan melupakan keadaan sekeliling kita. Berhati-hati untuk friend approve, upload atau tag foto. Bagaimanapun kita harus menghindari fitnah. Meski demikian kita bisa continous improvement, jadikanlah Facebook sebagai sarana dakwah, kesempatan untuk syiar.. Lihat Faceboknya Ustadz Davy. Semua Notenya bagus-bagus, beliau memang berdakwah melalu Facebook. Jadi, silahkan klik, dan sign up. Selamat menjadi facebookers.



Jakarta, 26 Mei 2009

Meita A. Lubis.

Demam Bernostalgia


Paling senang kalau berkumpul dengan teman-teman. Apa lagi dengan teman sekolah dahulu, baik teman di masa kuliah, masa SMA, SMP bahkan teman sewaktu SD. Seringnya berkumpul dengan teman-teman “jadul” alias jaman dulu, difasilitasi kemudahan sarana komunikasi yang kian canggih melalui situs pertemanan di internet, baik Friendster, Twitter, MySpace dan terutama Facebook. Tentu saja bila bertemu, diisi dengan acara bernostalgia, berbagi cerita di masa lalu, ketika masih “jahiliyah” atau lagi “lucu-lucunya”. Acara pertemuan diatur sedemikian rupa, misalnya dengan Tema 25 Tahun Kelulusan SMA, 20 tahun Lulus Kuliah, Small Reunion, Temu Kangen, Reuni Akbar, dsb. Yang pasti, seruu..!

Kita memang seringkali terbuai dengan kenangan masa lalu. Lagu-lagu juga acapkali berkisah tentang masa lalu seperti “Kenangan Yang Terindah”, “Memori”, “Lirih” dan lain-lain. Betapa indahnya kejadian atau peristiwa saat itu seakan-akan kita ingin mengulang kembali.. tentu saja yang kita ingat dan ingin kembali adalah masa-masa yang indah. Klub masa lalu pun bermunculan, misalnya Club Nostalgia, Komunitas 80’an untuk yang mengalami masa remaja di sekita tahun 1980. Bahkan ada acara TV favorit seperti “Zona 80” , “Legendary Album”, “Dari Masa ke Masa” dan acara televisi lainnya yang memutar lagu atau video klip kenangan di masa lalu.

Ketika lagu kenangan diputar, ingatan kita langsung tertuju kepada masa lalu, misalnya saat-saat paling berkesan di masa remaja yang penuh dengan kenangan romantis, kisah cinta: ”..Adakah semua kan terulang kisah cintaku yang seperti dulu.. hanya dirimu yang kucinta dan kukenang didalam hatiku takkan pernah hilang.. bayangan dirimu untuk selamanya...”. Begitulah sepenggal lagu mengenang indahnya masa lalu..

Masa lalu, betapapun indahnya, betapapun manisnya kenangan .. tetap saja tidak dapat terulang, meskipun kita sangat mendambakannya, sedangkan bila kita terus menerus mengenangnya tentu akan larut, membuat kita terbuai dan dan berangan-angan kosong.. tentu saja semua ini menghabiskan banyak waktu yang sia-sia..

Masa lalu tidak saja kenangan indah, tapi juga kegetiran, kesedihan, kegundahan, keterpurukan, dan hal yang tidak mengenakkan lainnya. Disamping itu, juga banyak cacat cela, kebodohan, kekhilafan dan bahkan dosa-dosa yang pernah kita lakukan, baik dosa kecil maupun besar yang tidak ingin kita mengingatnya.. Tentu saja kita berharap agar doa yang dipanjatkan akan dikabulkan. Bukankah Allah Yang Maha Pengampun dan Penerima Tobat akan mengampuni semua dosa-dosa kita? Keyakinan ini membuat kita merasa optimis. Namun hendaklah kita “mengenang” dosa kita sebagai sarana untuk bermuhasabah atau introspeksi diri.

Melihat perjalanan hidup di masa lalu adalah cara agar kita bisa melakukan introspeksi. Untuk itu kita harus mengenal diri kita, hakekat dan jati diri kita. Dari mana berasal, siapa diri kita, apa yang kita cari? dan mau kemana kita kelak? Pertanyan itu harus senantiasa terhujam di hati kita.

Evaluasi perjalanan kehidupan sangat penting, karena ada beberapa fase yang harus kita lalui.. setelah dari rahim ibu, lalu hidup di dunia, masih ada fase yang harus kita tempuh.. yakni mati dan kehidupan setelah kematian (akhirat). Kwalitas kehidupan kita di akhirat tergantung dari amal perbuatan kita di dunia. Muhasabah (introspeksi) itu berguna untuk melihat sejauh mana hidup kita bermanfaat. Dan apakah kita sudah melakukan perbaikan dari kesalahan dan dosa di masa lalu? “Mengapa kamu ingkar kepada Allah, padahal dahulunya kamu mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian dia mematikan kamu, kemudian kamu menghidupkan kamu kembali, lalu kepadaNya kamu dikembalikan ? (Qs Al Baqarah : 28)

Saat ini kita sedang menjalani salah satu fase, yakni kehidupan di dunia. Fase ini merupakan fase yang sangat penting. Setiap orang berbeda-beda jalan kehidupannya. Tetapi semua memiliki kewajiban yang harus ditunaikan sesuai dengan perintah Allah SWT dan tidak mengerjakan larangan-laranganNya. Rasulullah SAW pernah memberi nasehat, agar kita mengingat lima perkara. Masa muda sebelum tua, masa sehat sebelum tiba masa sakit, masa lapang sebelum masa sibuk, masa kaya sebelum tiba masa miskin, dan masa hidup sebelum tiba kematian.

Eckhart Tolle dalam Bukunya “The Power of Now”, sangat mengutamakan kekuatan “Masa Sekarang”, “Now”, maknanya adalah “present moment”, bukan sejam yang lalu atau sepuluh menit yang lalu.. tetapi ‘sekarang’ adalah ‘sekarang’ (ketika anda membaca tulisan ini). Bagaimana kita melakukan suatu perbuatan sebaik-baiknya sekarang, namun tetap fokus untuk kepentingan di masa mendatang.

“our minds are conditioned to think in terms of past, present and future. This means that we are constantly preoccupied with looking both backwards and forwards - in fact anything rather than focus on the present, the here and now. So we focus on the past because this is what gives us our sense of identity, and what has led us to the life circumstances that we currently face. And we focus on the future because this is where all our dreams, hopes and fears will play out”.

Jadi, jangan sia-siakan waktu “sekarang”, karena waktu begitu cepat berlalu. Kenangan masa SMA, 25 tahun yang lalu seperti baru beberapa tahun berlalu. Masa kecil berganti menjadi masa remaja, masa remaja berganti menjadi dewasa lalu memasuki masa tua dan akhirnya mati. Namun bisa saja sebelum tua, tetapi malaikat maut sudah datang menjemput. “..Kemudian kamu akan menjadi tua dan sebahagian dari kamu ada yang diwafatkan sebelum itu. Supaya kamu sampai kepada ajal yang telah ditentukan dan supaya kamu memahaminya” (Qs Al Mu’min : 40).

Tinggal kita mempertanggungjawabkan: “Tentang umur kita dimana dihabiskan, tentang masa muda untuk apa dipergunakan, tentang harta dimana diperolehnya, tentang ilmunya apa yang sudah dibuat dengannya” (Al Hadits).


Jakarta, 5 November 2009
-Meita-